Wednesday 23 June 2010

Karma

Percayakah anda pada karma?

Saya bukan orang yang percaya pada hal semacam itu. Tetapi saya sangat meyakini bahwa segala sesuatu itu sudah tercatat dan merupakan bagian dari sebuah rencana besar dari Sang Maha Penguasa.

Kali ini, saya ingin memberikan pendapat saya secara pribadi.

Dengan segala hormat kepada para "praktisi" komentator sepakbola, saya pun ingin turut menyampaikan pandangan pribadi atas sebuah tim.

Prancis.

Semenjak awal mereka memperoleh tiket ke Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan dengan cara yang sangat tidak sportif, saya serta merta "menolak" mereka. Kemenangan yang curang tersebut sebenarnya sudah mencoreng semangat sepakbola dunia.

Walaupun (mungkin) di sisi lain, kemenangan dan berlajunya Prancis, cukup memberikan hasil positif bagi industri sepakbola dunia --- tapi itu bukan pokok pembahasan kali ini.

Saya sangat mendukung statement di bawah ini:
winning is everything,
but fair play is beyond everything.
Kemenangan adalah segalanya,
tetapi sportifitas ada di atas segalanya.

Cara yang dilakukan Prancis jelas tidak menunjukkan jati diri bangsa yang sangat dikenal dengan chauvinism-nya. Bangsa yang sangat bangga akan kedudukannya (yang menurut mereka) lebih tinggi di atas bangsa lain.

Orang Prancis dikenal sebagai bangsa yang sangat cinta produk-nya sendiri. Bila mereka bepergian pasti menggunakan Air France. Bila berkendara lebih memilih menggunakan Citroen. Bila berasuransi memilih AXA. Yang pasti, akan selalu menggunakan bahasa Prancis dimana dan kapan saja.

* cukup ngga ngerti
* sambil garuk-garuk kepala
--- di Dover - Inggris, petunjuk arah dibuat 2 bahasa (Inggris dan Prancis), tetapi di Calais - Prancis, hanya ada satu bahasa (Prancis aja) --- betul gitu ngga ya... Soalnya udah lama banget ngga ke sana lagi... * ngarep dot kom *

Anyway, kembali ke pokok pembahasan kita.

Hasil buruk yang ditunjukkan Prancis di Piala Dunia kali ini, ditambah retaknya tim nasional mereka, sepertinya merupakan buah "kecurangan" mereka.

Memang sejak awal mereka tidak layak hadir di Piala Dunia 2010.

Karma atau bukan?
Jawabannya ada di benak masing-masing.

Kenapa?

Karena...
Selalu ada tiga sisi dalam suatu cerita.
1) Sisi saya (my side of story)
2) Sisi anda (your side)
3) Fakta yang sebenarnya (the truth)

Kita ambil Thierry Henry sebagai contoh. Dengan tindakannya menahan bola dengan menggunakan tangannya, akan menimbulkan keadaan di atas.

1) Dari sisi Prancis, Henry adalah Pahlawan nasional yang telah membantu meloloskan negara-nya ke Piala Dunia

2) Dari sisi Irlandia, Henry adalah Musuh negara, yang telah membuyarkan kesempatan mereka tampil ke Piala Dunia.

3) Fakta yang sebenarnya terjadi, Henry curang.

Gitu aja...

Peace :-


* blogging sambil ...................... :P

No comments:

Post a Comment

Please feel free to comment....